Kotanegera, (OKU Timur)---
Kantor Urusan Agama Madang Suku II hari ini sukses menggelar kegiatan Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat). Bertempat di SMA Negeri 1 Madang Suku II kegiatan sasaran Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diikuti oleh 700 siswa dan siswi SMAN 1 Madang Suku II, Kamis (5/3/2026).
Kepala KUA Madang Suku II, Danik Meiwarto, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi layanan KUA yang menekankan pendekatan edukatif dan konsultatif dalam membangun pemahaman tentang keluarga sakinah, nilai-nilai maslahat, serta pentingnya pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
Dihadapan siswa-siswi SMA Negeri 1 Madang Suku II, Danik menekankan pentingnya optimalisasi peran bimbingan kepada remaja.
Dikatakannya juga bahwa program ini bertujuan memberikan penguatan materi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagaimana yang telah ditetapkan dalam modul pembinaan keluarga sakinah oleh Kementerian Agama.
“Melalui program ini kita berharap dapat menekan angka pernikahan usia anak, mencegah perilaku seks pra nikah, serta memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada para remaja dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Program The Most KUA dilaksanakan secara terukur, sistematis, dan masif dengan melibatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota serta menguatkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) dalam pembinaan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan, ujarnya.
Menurutnya, usia nikah bagi catin menurut Undang-undang No 16 Tahun 2019 itu minimal 19 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Karena umur tersebut secara fisik, mental dan ekonomi sudah cukup stabil.
Kepala SMAN 1 Madang Suku II yang di wakili oleh Mudi Yanto mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut positif program ini.
Dirinya memberikan apresiasi atas materi yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam bentuk pembinaan karakter dan edukasi keagamaan secara rutin.
“ Antusiasme siswa kita terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Apalagi kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para pelajar aktif berkonsultasi mengenai tantangan pergaulan remaja dan visi masa depan, “ ujarnya.
Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswi akan menmemperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan kehidupan berkeluarga serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan dalam membangun keluarga sakinah, maslahat, dan berketahanan di masa depan. (Joni)